Penyuluh Agama Islam KUA Siborongborong Laksanakan Pembinaan Keagamaan bagi Lansia di Panti Jompo

Tarutung (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Siborongborong, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Ashbar dan Siti Aliah, melaksanakan kegiatan Pembinaan Keagamaan dalam Bentuk Ibadah/Praktik Sholat di panti jompo pada Selasa (14/7). Kegiatan ini diikuti oleh enam orang bapak dan ibu penghuni panti jompo sebagai jamaah binaan. Pembinaan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa sebagai bentuk pelayanan keagamaan kepada para lansia.

Dalam pelaksanaannya, para penyuluh memberikan bimbingan praktik sholat sekaligus pembinaan mental dan spiritual agar para lansia tetap semangat menjalani kehidupan dengan penuh hikmah. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memanfaatkan masa lanjut usia sebagai kesempatan terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah, zikir, doa, membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan, serta memperbanyak amal saleh.
Selain penyampaian materi keagamaan, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang memberikan ruang bagi para penghuni panti untuk berbagi pengalaman, harapan, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nilai-nilai kebersamaan sehingga para peserta merasa diperhatikan dan mendapatkan penguatan rohani.
Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, ketenangan batin, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan para lansia agar tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran agama. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjalani hari-hari di usia senja dengan penuh kesabaran, rasa syukur, dan optimisme.
Melalui kegiatan ini juga diharapkan terjalin sinergi antara Kementerian Agama, pengelola panti jompo, dan masyarakat dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkelanjutan bagi para lanjut usia. Kehadiran pembinaan seperti ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pembinaan umat sekaligus memastikan bahwa para lansia tetap memperoleh hak atas bimbingan keagamaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Semoga kegiatan pembinaan keagamaan ini terus memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta, memperkokoh keimanan dan ketakwaan, serta menjadi amal kebajikan bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraannya. (TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *