Kankemenag Taput Salurkan 255 Paket Santunan pada Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H di Kabupaten Tapanuli Utara

Tarutung (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kankemenag Tapanuli Utara melaksanakan kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam rangka menyemarakkan 10 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang mengusung semangat berbagi dan kepedulian ini dilaksanakan secara serentak di tiga titik lokasi, yakni Kecamatan Tarutung, Kecamatan Pangaribuan, dan Kecamatan Pahae Jae, Kamis (25/06).

Di Kecamatan Tarutung, kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Badenggan Abednego Sihombing, S.Th., M.M., yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Daul Gultom, M.M., menyerahkan secara langsung santunan kepada para penerima manfaat.
Sementara itu, di Kecamatan Pangaribuan, santunan diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, M. Nazar Luthfi Tambunan, S.Pd.I. Adapun di Kecamatan Pahae Jae, penyaluran dilakukan oleh Sauman Tumanggor, S.Pd.I, bersama dengan Panitia.
Secara keseluruhan, sebanyak 255 paket santunan disalurkan kepada anak yatim, yatim piatu, dan penyandang disabilitas yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS Kankemenag Tapanuli Utara sebagai wujud kepedulian Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama serta para muzaki terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pelaksanaan kegiatan di Tapanuli Utara berlangsung bersamaan dengan peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh seluruh Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Indonesia. Melalui sambungan virtual tersebut, masing-masing daerah turut menampilkan pelaksanaan kegiatan penyaluran santunan di wilayahnya.
Dalam arahannya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat menjadikan tanggal 10 Muharram sebagai momentum “Lebaran” bagi anak yatim dan kelompok penyandang disabilitas. Menurutnya, peringatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Peaceful Muharram yang telah dimulai sejak 1 Muharram dan akan berlangsung selama satu bulan.
“Tradisi Lebaran Yatim ini telah dikenal di Indonesia. Ini kita jadikan gagasan baru ataupun tradisi baru di Indonesia sebagai momentum berbagi dan peduli di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Menag juga menyampaikan bahwa selama ini masyarakat lebih mengenal amalan puasa di bulan Muharram. Namun, semangat menyantuni anak yatim dan penyandang disabilitas juga perlu terus diperkuat sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama.
“Insya Allah di tahun-tahun mendatang kita akan mengisi peringatan Muharram dengan Lebaran Anak Yatim dan Kelompok Difabel. Mari kita membebaskan, memerdekakan anak-anak yatim dari kesulitan hidup,” ajaknya.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Kasi Pendis Kankemenag Taput menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Semoga santunan yang diberikan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi serta mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini, Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara berharap nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga semangat Peaceful Muharram benar-benar menghadirkan maslahat bagi seluruh umat. (TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *