Kakan Kemenag Taput Buka OMI Tingkat Kabupaten, Motivasi Siswa Madrasah Raih Prestasi hingga Nasional

Tarutung (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Badenggan Abednego Sihombing, S.Th., M.M., membuka secara resmi pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026, yang dilaksanakan di MTsS Al Ikhlas Aek Botik, Kecamatan Pahae Jae, pada Senin (7/9).
Pembukaan OMI turut dihadiri dan didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Daul Gultom, M.M, para Pengawas Madrasah, serta seluruh Kepala Madrasah se-Kabupaten Tapanuli Utara. Kehadiran jajaran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi sekaligus upaya mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik madrasah.
OMI Tingkat Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan pelaksanaan kompetisi berdasarkan jenjang pendidikan. Hari pertama diperuntukkan bagi peserta didik jenjang Madrasah Aliyah (MA), hari kedua jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan hari ketiga jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Para peserta merupakan siswa-siswi terbaik yang menjadi perwakilan dari masing-masing madrasah. Setiap madrasah mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti kompetisi pada tingkat kabupaten.
Untuk Kabupaten Tapanuli Utara, jumlah peserta yang mengikuti OMI Tahun 2026 terdiri atas 36 peserta jenjang MA, 27 peserta jenjang MTs, dan 24 peserta jenjang MI. Kompetisi yang dilaksanakan pada tahun ini merupakan OMI Cabang Sains, sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, serta kompetensi di bidang sains.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Taput memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan OMI, khususnya para Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, guru pembimbing, panitia, serta para peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi.
Kakan Kemenag Taput berharap OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki peserta didik madrasah di Kabupaten Tapanuli Utara.
“OMI merupakan kesempatan bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaiknya. Ikuti kompetisi ini dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi,” pesannya.
Beliau juga menyampaikan bahwa pada pelaksanaan OMI tahun sebelumnya, Kabupaten Tapanuli Utara berhasil mengirimkan peserta hingga ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan capaian pada pelaksanaan OMI Tahun 2026.
“Kalau tahun sebelumnya kita sudah mampu mengirimkan peserta sampai tingkat nasional, tentu tahun ini kita berharap semakin banyak siswa-siswi dari Tapanuli Utara yang mampu melaju ke tingkat nasional. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan pembinaan dan pendampingan terbaik kepada mereka,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberanian untuk berkompetisi, pengalaman belajar, serta proses mempersiapkan diri merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan mental peserta didik.
Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 diharapkan mampu menjaring siswa-siswi terbaik di bidang sains untuk selanjutnya mewakili Kabupaten Tapanuli Utara pada tahapan kompetisi berikutnya.
Dengan dukungan seluruh jajaran madrasah, Kankemenag Taput optimistis OMI Tahun 2026 dapat melahirkan lebih banyak talenta unggul yang mampu mengharumkan nama madrasah dan Kabupaten Tapanuli Utara hingga ke tingkat nasional. (TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *