Kakan Kemenag Taput Memberi Sambutan Pada Acara Safari Keagamaan Anti Korupsi

Berita Umum58 Dilihat

Tarutung (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara Tigor Sianturi, MM di damping Kasubbag TU Dr. AR. Munir Aritonang, M.AP memberi sambutan pada acara Safari Keagamaan Antikorupsi, bertempat di MIS Al-Falah Tarutung Tapanuli Utara, Selasa (4/11) . Acara Safari Keagamaan Antikorupsi ini di ikuti Tokoh Agama, Pemuka Agama, Pendidik Keagamaan, Penyuluh Agama dan Penghulu. Sedangkan Tim dari KPK di pimpin Johson Ginting, Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI .

 

Dalam sambutannya Kakankemenag menyampaikan terimakasih kepada KPK dan jajarannya, yang telah memilih Kemenag Taput dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Kemenag dalam mengkapanyekan nilai nilai anti korupsi yang di mulai dari para pimpinan satuan kerja. Pemberantasan korupsi memiliki prioritas yang tinggi menjadi komitmen seleruh komponen bangsa untuk mewujudkannya. Kegiatan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat sinergi antara penegakan hokum dan pembinaan moral spiritual masyarakat. “Kemenag memiliki peran sentral dalam pemberantasan korupsi”. Kemenag adalah corong moral yang berperan penting membentuk karakter dan integritas bangsa.
Masyarakat adalah benteng pertama dan terakhir dalam melawan korupsi. Literasi anti-korupsi bukan sekedar pengetahuan tapi kesadaran, keberanian dan keteladanan melalui kegiatan ini kita hadir dalam sebuah gerakan yakni gerakan perubahan. Gerakan yang tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga keberanian. Gerakan litewrasi edukasi anti – korupsi yang bertumpu pada kesadaran, setiap warga Negara memiliki peran vital dalam menyalamatkan negeri ini dari penyakit kronis bernama korupsi. Mari kita jadikan literasi sebagai senjata, edukasi sebagai perisai, keteladanan sebagai panji dan kesadaran kolektif sebagai benteng yang tak tertembus.
Korupsi adalah bentuk penghianatan terbesar untuk rakyat dan bangsa. Maka literasi dan edukasi anti korupsi adalah fondasi utama dari revolusi moral bangsa. Beliau berharap kegiatan ini tidak berhenti pada serimoni belaka, tetapi menjadi gerakan moral bersama dalam membangun budaya anti korupsi di lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat “Mari kita bawa pulang semangat ini. Semangat jihad moral. Semangat menjadi bagian dari solusi. Jadikan literasi dan edukasi anti-korupsi sebagai bagian dari kehidupan kita sehari hari. Kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga dan dari komunitas kita”. (TP/EY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *