Tarutung (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Tigor Sianturi, MM, bersama Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Nimrot Simatupang, S.Th, M.Pd, Pengawas Jaminan Produk Halal, Azura Miskiah Putri, SE, dan Pendamping Produk Halal, Jakasona, S.H, menghadiri Rapat Koordinasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/10) di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara. Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan diikuti oleh lintas sektor, di antaranya Loka POM Toba, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perwakilan lembaga terkait lainnya. Pembahasan rapat berfokus pada langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan program MBG berjalan lancar, aman, bergizi, dan halal.
Dalam rapat tersebut, Loka POM Toba menekankan pentingnya mitigasi untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan. Selain itu, pemetaan sekolah juga menjadi perhatian agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan merata ke seluruh wilayah. Upaya memperkuat kerja sama dengan puskesmas serta penguatan program UKS di sekolah juga dibahas, sehingga sekolah dapat lebih cepat tanggap jika muncul kasus keracunan MBG.
Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan pentingnya aspek kehalalan dalam program ini. Kakan Kemenag menghimbau agar hewan sembelihan dipotong oleh juru sembelih halal (JULEHA) yang bersertifikasi. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengingatkan pentingnya adanya relawan muslim di setiap divisi dapur SPPG. Dalam hal ini, Kemenag Taput siap membantu mencarikan kandidat relawan muslim apabila tidak terdapat pendaftar dari masyarakat.
Kolaborasi seluruh pihak, baik jajaran Pemkab, BGN, Loka POM Toba, maupun Kemenag, ditekankan untuk memastikan bahwa makanan yang dibagikan kepada peserta didik tidak hanya bergizi, bersih, dan sehat, tetapi juga terjamin kehalalannya. Hal ini diharapkan mampu mendukung tercapainya tujuan program MBG, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menjaga keamanan pangan di Kabupaten Tapanuli Utara.(TN)













