Tarutung(Humas). Kepala Seksi Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara Jasman Sihaloho, S.Ag, di damping Pengawas Pendidikan Agama Katoliki Kalanius Simanullang, S. Ag Buka Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik, bertempat SMK Negeri 1 Siatas Barita, Kecamatan Siatas Barita, Kab. Tap.Utara. Kegiatan MGMP / KKG ini di ikuti Guru Agama Katolik Tingkat Dasar dan Menengah se Kabupaten Taput.
Dalam kegiatan ini Kasi Bimas Katolik mengharapkan melalui MGMP/KKG para Guru Agama Katolik lebih meningkatkan kompetensi serta berperan penting dalam proses pembelajaran untuk kemajuan peserta kedepannya, manfaatkan kegiatan ini untuk membahas segala ide, gagasan maupun solusi sehingga dapat meningkatkan kemampuan sebagai guru yang berkompetemen dan berperan dalam kemajuan pendidikan di sekolah, lebih lanjut Kasi mengharapkan peserta MGMP/KKG apalagi bertugas dan berfungsi sebagai guru harus memiliki kompetensi pedagogik yaitu kemampuan guru dalam memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, mengembangkan peserta didik dan mengevaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang di miliki peserta didik.
Kasi juga menambahkan Guru Pendidikan Agama Katolik harus senantiasa meregenerasi ilmu pengetahuan melalui MGMP/KKG. Dengan segala perubahan yang ada saat ini, guru pendidikan agama katolik harus mampu beradaptasi untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan, maka sebuah pembelajaran itu hanya bisa berkualitas dan seorang guru bisa professional apabila terus meregenerasi pemahaman untuk berinovasi merancang bangun sebuah perangkat pembelajaran yang gampang, asyik dan menyenangkan.
Guru Pendidikan Agama Katolik tidak berfokus pada aspek teknis pengajaran, tetapi juga penguatan karakter keagamaan.
Dengan memperkuat keagamaan para guru di harapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa dalam hal moral dan etika, hal ini penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki integritas dan moral yang kuat. Peran guru agama katolik memiliki dimensi yang sangat penting dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kasi berharap para guru mampu menjadi teladan dalam hal moral, etika dan profesionalisme serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai nilai keagamaan yang luhur dan guru harus mampu mengembangkan kreativitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (TP/EY)










