KUA Kecamatan Purbatua Jalin Sinergi dengan SMAN 1 Purbatua untuk Sukseskan Program BRUS

Tarutung (Humas) — Plt Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purbatua Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara, Amir Mahmud Aritonang, S.Ag, bersama dengan Penyuluh Agama Islam serta staf KUA Purbatua, laksanakan audiensi dengan pihak SMAN 1 Purbatua pada Kamis (30/10). Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dirancang untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan kesehatan menjelang masa dewasa.
Audiensi tersebut disambut langsung oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Abdul Rahman, S.Pd.I di ruang kerja Kepala Sekolah SMAN 1 Purbatua. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi keagamaan dalam pembinaan siswa.
Pihak SMAN 1 Purbatua menyambut baik inisiatif dari KUA Kecamatan Purbatua dan menyatakan dukungannya terhadap program BRUS. Mereka menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi remaja masa kini yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, termasuk pengaruh pergaulan bebas dan menurunnya kesadaran nilai moral. Sebagai tindak lanjut, kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Remaja Usia Sekolah dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, dengan peserta sebanyak puluhan siswa dari SMAN 1 Purbatua.
Dalam kegiatan tersebut, akan hadir narasumber dari berbagai pihak, antara lain Penyuluh Agama Islam Bimas Islam Kankemenag Tapanuli Utara, Kepala KUA Kecamatan Purbatua, serta penyuluh kesehatan dari UPT Puskesmas Janjiangkola. Materi yang akan disampaikan mencakup pembinaan akhlak dan moral remaja, bahaya pergaulan bebas, pencegahan pernikahan dini, serta edukasi kesehatan reproduksi dan stunting.
Plt. Kepala KUA Purbatua, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran spiritual dan sosial yang kuat. “Remaja merupakan aset bangsa. Mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai keagamaan, moral, dan pemahaman tentang pentingnya menjaga diri dari hal-hal negatif. BRUS hadir untuk memperkuat ketahanan remaja secara mental, spiritual, dan sosial,” ujarnya.
Program BRUS ini juga menjadi bentuk nyata implementasi program Moderasi Beragama, dengan menanamkan nilai toleransi, tanggung jawab, dan cinta damai sejak usia sekolah. Melalui sinergi antara Kementerian Agama, dunia pendidikan, dan sektor kesehatan, diharapkan terwujud generasi muda Tapanuli Utara yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. (TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *