Tarutung (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara Tigor Sianturi, MM yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Dr. Abdul Rahman Munir Aritonang, M.AP, bersama dengan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, M. Nazar Luthfi Tambunan, S.Pd.I , Kepala Seksi Urusan Agama Kristen, Maria Fransisca Gultom, S.Kom, M.Pd , dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Katolik, Jasman Sihaloho, S.Ag, secara resmi membuka kegiatan Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Desa Batunadua, Kecamatan Pangaribuan, Selasa (30/9).
Kegiatan yang berlangsung di Sopo Godang Pattisabungan ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari Kepala Desa dan perangkat desa, pengurus masjid dan gereja, penyuluh agama Islam, Kristen, dan Katolik Kecamatan Pangaribuan, serta ASN KUA Kecamatan Pangaribuan.
Kepala Desa Batunadua, Jaksan Gultom, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama atas ditetapkannya Desa Batunadua sebagai Kampung Moderasi Beragama. Ia menegaskan bahwa masyarakat Batunadua hidup dalam suasana rukun dan harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan antarumat beragama yang sudah terjaga sejak lama.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Taput yang diwakili oleh Kasubbag TU Kankemenag Taput, menyampaikan bahwa penetapan Desa Batunadua sebagai Kampung Moderasi Beragama sejak tahun 2023 adalah keputusan yang sangat tepat. Hal ini karena di Desa Batunadua, para tokoh adat dan tokoh masyarakat telah menyiapkan lahan untuk pembangunan masjid, gereja, serta pemakaman bagi umat Islam, Kristen, dan Katolik. “Hal ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan yang belum pernah ditemukan di daerah lain. Semoga kerukunan yang telah terbina dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama ini diisi dengan penyampaian materi kebijakan pemerintah terkait pengembangan Kampung Moderasi Beragama oleh Kasubbag TU. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang moderasi beragama dalam perspektif Islam, Kristen, dan Katolik yang disampaikan langsung oleh Kasi Bimas Islam, Kasi Urusan Agama Kristen, serta Kasi Bimas Katolik.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap Desa Batunadua dapat menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain dalam menjaga kerukunan dan memperkuat semangat moderasi beragama di tengah masyarakat.(TN)

