Tarutung (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara Tigor Sianturi, MM di dampingi Ka Sub Bag.TU. Dr. H. AR. Munir Aritonang, M. AP, yang juga sebagai Plh. Kasi Pendis buka Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Kabupaten Tapanuli Utara, bertempat di MAN Taput Jln. Sipirok Km. 18 Peanornor Simasom Toruan Kec. Pahae Julu. Pembukaan Olimpiade Mandrasah Indonesia di ikuti Pengawas PAI, Kepala Madrasah dan Guru Madrasah.
Dalam arahannya Kakankemenag mengatakan bahwa Tema OMI tahun ini adalah “Islam dan Teknologi Digital : Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global “. Di era digital ini teknologi berkembang dengan pesat dan telah mengubah cara belajar, bekerja dan berintraksi. Madrasah memiliki peran penting tidak hanya dalam membekali ilmu agama tetapi juga sains dan teknologi” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan harapan agar madsah dapat mencetak generasi yang tidak hanya memahami ajaran islam dengan baik, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing secara global melalui penguasaan teknologi digital. Beliau juga mengatakan bahwa Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang di selenggarakan saat ini merupakan penggabungan ajang sebelumnya yaitu Kompetisi Sains Madrasaha (KSM) dengan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES). OMI Tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah merupakan ajang kompetisi nasional bergengsi untuk menembangkan bakat sains siswa madrasah yang mengintegrasikan minat, kecakapan, keahlian yang di miliki peserta didik dalam mata pelajaran sains umum dan riset, memperkuat karakter dan inovasi siswa dan meningkatkan daya saing siswa dalam ajang kompetisi.
Di akhir sambutannya Kakankemenag berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan OMI sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, berkompetisi secara sportif, serta terus belajar dan berkembang. Pelaksanaan OMI berlangsung dari Selasa – Kamis, 9 – 11 September 2025, sedangkan Peserta terdari dari Tingkat Madrasah Ibtidaiyah 18 Orang, Tingkat Madrasah Tsanawiyah 27 orang dan Tingkat Madrasah Aliyah 30 Orang. 3 Peserta terbaik Kabupaten setiap tingkatan per bidang study akan menjadi perwakilan di tingkat Provinsi. (TP/EY)













