Tarutung (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tapanuli Utara melalui Pengawas Pendidikan Agama Kristen (PAK) Saunur Siregar, S.Th, M.Pd.K laksanakan Sosialisasi Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 pada Kegiatan Kelompok Guru (KKG) PAK Tingkat Dasar Se- Kecamatan Pagaran bertempat di SDN 173305 Sipultak dan diikuti oleh seluruh Guru PAK yang ada diwilayah kecamatan Pagaran.
Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 bertujuan untuk menjelaskan penyesuaian kurikulum pada SD dengan fokus pada pendekatan Pembelajaran Mendalam. Permendikdasmen ini bukan kurikulum baru, melainkan rangkaian regulasi yang memperkuat kebijakan dan implementasi kurikulum yang sudah ada.
Pada kesempatan yang ini Saunur, mengungkapkan bahwa Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 disesuaikan berdasarkan hasil penyempurnaan kurikulum yang saat ini ada sebagai penguat arah kebijakan. “Penyempurnaan tersebut kami wujudkan melalui 8 dimensi profil lulusan, pendekatan pembelajaran mendalam, penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan, kokurikuler yang lebih fleksibel, dan kehadiran pramuka atau kepanduan lainnya sebagai ekstrakurikuler yang wajib disediakan oleh satuan pendidikan,” tuturnya.
Beliau juga menjelaskan perubahan istilah dari Profil Pelajar Pancasila menjadi Profil Lulusan bukanlah penghilangan nilai-nilai luhur, tetapi justru penguatan posisi capaian karakter terutama kompetensi sebagai bagian dari Standar Kompetensi Lulusan. Selain itu penguatan kegiatan kokurikuler dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menuju kegiatan yang lebih fleksibel dan berdampak menjadi salah satu bagian dari Peraturan Menteri ini. Kegiatan kokurikuler dapat berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran atau disiplin ilmu, integrasi gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat, dan penguatan intrakurikuler lainnya,” tambah saunur.
Diakhir kegiatan, pengawas juga menekankan pentingnya mempelajaran Koding, karena Koding bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, mengasah kreatifitas anak serta untuk membantu anak dalam memecahkan masalah. Dengan demikian coding juga membantu anak-anak didik kita untuk mempersiapkan masa depan yang bergantung pada teknologi, pungkasnya mengakhiri. (TP/EY)













